Sejarah Virtual Reality, Sudah Tahukah Anda?

sejarah realitas virtual

Di jaman serba canggih dan modern ini, sewaktu Anda mendengarkan Virtual Reality mungkin akan terbayang pada sebuuah headset VR yang compact termasuk diantaranya aplikasi dalam PC yang mulai kompatibel dengan penggunaan VR.

Virtual Reality, atau disebut dengan bahasa Indonesia sebagai Realitas Virtual memiliki cerita yang luas dimana konsep tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 1930 an, wow!

Mau tahu cerita selengkapnya bagaimana teknologi VR ini berevolusi? Sebaiknya Anda tetap menyimak artikel ini hingga tuntas.

Kemunculan di tahun 1930 an

Sungguh ajaib karena ada yang sudah mulai memikirkan hal seperti ini lebih dari 85 tahun yang lalu dimana ada seseorang bernama Stanley G. Weinbaum yang menggagas sebuah permainan berbasi kacamata dimana individu pemakai bisaa nonton cerita maya.

Meskipun di tahun tersebut masih sulit diwujudkan tapi tentu saja dengan semakin majunya peradaban dan termasuk teknologi yang makin canggih akan terwujud semakin dekat, walaupun beberapa dekade setelahnya.

Pengembangan tahun 1960 an

Setelah 3 dekade dari ide mengenai Ralitas Virtual dicanangkan, seorang bernama Ivann Sutherland mewujudkan konsep yang digagas tersebut dalam kemunculan headset VR perdana yang dipakai dalam aplikasi militer.

Dimana alat tersebut dipakai untuk dihubungkan ke platform kontrol gerakan yang ditujukan sebagai alat guna melatih penerbangan, situasi dalam pertempuran dll.

Hal tersebut untuk melatih skill dan pengalaman bagi personil militer yang dilatih agar memiliki kesiapan sebelum masuk ke medan sesungguhnya.

Peralatan VR untuk dunia militer masih terus dikembangkan hingga sekarang memiliki tingkat kecanggihan yang super.

Pengembangan tahun 1990an

Mulai memasuki abad ke 20, teknologi Virtual Reality mulai dikembangkan untuk masuk ke area simulasi game seperti arcade, bahkan Nintendo mendeklarasikan pemakaian sistem VR rumah pertama dengan mengeluarkan gadget bernama Virtual Boy.

Tak ketinggalan Sega juga mengeluarkan headset untuk konsol Sega Genesisnya di tahun 1993. Namun sayangnya kedua nya tidak terlalu besar mendulang kesuksesan, karena desain dan fitur masih terlalu minim tidak seimbang dengan harga yang mahal.

Tapi perlu diakui kalau hal tersebut menjadi batu loncatan bagi perkembangan teknologi VR di masa mendatang.

Pengembangan di tahun 2014

Di tahun 2014, Facebook sebagai platform media sosial yang terbesar mengumumkan sebuah terobosan penting di dunia VR, bernama Oculus VR yang menjadi batu ungkit terbesar dalam sejarah teknologi Virtual Reality.

Hal tersebut menandakan bahwa sebuah realitas maya jadi perhatian yang intesif bagi para pengembang beken di dunia.

Oculus dengan memulai terobosan baru tersebut sebelumnya bersifat teknis sekali bahkan belum bisa diakses oleh rerata pemakai komputer, namun kemudian dikembangkan kompatibilitas plug dan play serta sistem pada aplikasi pendukung lainnya.

Para konsumen Oculus berharap dapat menikmati tekonlogi Realitas Virtual lebih dalam lagi dengan fitur yang semakin tampak nyata.

Pengembangan tahun 2016 hingga kini

Dengan gerbarakan yang dibuat oleh Oculus Rift tadi, kini semakin banyak perusahaan kelas dunia yang mulai memproduksi headset VR sendiri dengan dibenamkan teknologi fantastis didalamnya.

Salah satu yang terlihat semakin canggih adalah dengan diterapkan ke dalam aplikasi, kamera 360°, bahkan hingga headset yang lebih murah plus fitur pengalaman kaca Vrnya.

Seiring waktu dengan makin banyaknya permintaan dan canggihnya sebuah teknologi VR ini makin mudah dijumpai pada konsol game, seperti PlayStation VR, dan sedang dalam pemngembangan intensif dibenamkan ke dalam ponsel pintar.

Terlebih teknologi VR ini masuk dalam sirkulasi massal pada awal tahun 2017, maka makin banak orang yang benar-benar bisa menikmati pengalaman Realitas Virtual di rumahnya bahkan reuni dengan keluarga yang sudah tiada.

Masih banyak waktu, dan masa depan teknologi Virtual Reality ini tampak semakin cerah dan menjanjikan dengan terus dilakukan pengembangan dalam fitur, teknologi dan perangkat lainnya.

0 comments… add one